Surat Kaleng untuk Civitas Akademika ITB

October 30, 2007

pagi ini dapet imel dr temen di milis angkatan, isi-nya adalah kutipan dr satu Surat Kaleng buat Civitas Akademika ITB…nama-nya jg "Surat Kaleng", jd nggak ada keterangan siapa yg nulis…tapi nggak ada asap kalo nggak ada api, kan…yah, paling nggak gue jg jd rada2 "nge-baca" kondisi ITB sekarang…kesian, deh…

Surat Kaleng ini jg di-publish di blog Kritik ITB…gue copy-paste sesuai asli-nya, jd kalo ada error dalam typing yah, begitu-lah ada-nya…

Tahukah Anda?

ITB yang telah populer sejak tahun 1920 ternyata salah urus. Reputasinya makin redup dan hidup dalam bayang-bayang masa lalunya saja. Kapal legendaris ini kini hampir karam setelah dipimpin oleh seorang Nahkoda yang tidak punya orientasi, lalim, serta korup.

1. Kata Joko Santoso "ITB sudah world class" Kenyataannya, ITB berada pada urutan 258 Times Higher Education di bawah Universitas Indonesia yang berada pada urutan 250 (kompas 15 November 2006). Reputasi ini terus menurun dari tahun ke tahun. PAda Juli 2006 menurut Webometrik ITB berada pada urutan 43 dalam Top 100 Asia. Tetapi pada Juli 2007, ITB terjun bebas ke urutan 104 di ASia.

2. Kata Joko Santoso: "Dosen ibarat selembar benang dan ITB adalah benderanya. Kalau benang tersebut tercabut, bendera ITb akan tetap berkibar. Kalau ada dosen yang tidak sependapat dapat dikotakkan atau dipecat, maka ITB tetap berjalan sebagaimana adanya". Kenyatatannya, pada saat ini jumlah guru besar hanya 70 orang, dari 100 orang pada 3 tahun lalu. Joko santoso menyalahkan MGB yang tidak mampu melakukan pembinaan suksesi yang efektif.

3 Kata Joko Santoso "Mahasiswa malas, dan dosen-dosen MIPA tidak inovatid dalam proses pembelajaran."
a. Kenyataannya, Tingkat Droup Out di Tingkat Persiapan Bersama menunjukkan angka 10% untuk setiap angkatan.
b. Minat terhadap lulusan ITB telah menurun dan sekarang telah menjadi yang kedua setelah UI (Tempo Desember 2006- Januari 2007).

4. Kata Joko Santoso "Saya sangat kaya"
a. Kenyataannya, memang insentif untuk Pimpinan ITB dapt diatur sendiri. Dan khusunya Joko Santoso mendapatkan tambahan dari perusahaannya Petroleum Geoscince (yang tentu menyaingi LAPI dan LPPM ITB).
b Kenyatannnya anggaran ITB 2008 turun 10 persen dibandingkan dengan tahun 2007. Satu-satunya anggaran di PTN Indonesia yang tidak tumbuh bahkan tidak mampu mengimbangi tingkat inflasi.
c Kenyataannya. dana ITb digunakan antara lain untuk membiayai kedatangan Jususf Kalla yang bernilai 1 milyar (lobby untuk mentri?), Forum Rektor yang kontroversil, lobby pendirian Kampus Delta Mas Bekasi dan perjalanan-perjalanan luar negeri tanpa hasil.

5. Restruktruisasi ITB melelahkan dan meresahkan karena tidak tahu arahnya kemana. Pemecahan fakultas terjadi tanpa konsep akademik. REorganisasi fakultas dengan cara ambil alih paksa Geofisika oleh Teknik Geofisika, pemecatan intimidatif terhadap Dekan, Ketua Program, Pejabat LAPI, Ketua Pusat Penelitian, termasuk KEtua kelompok Keahlian, dan mutasi paksa Geodesi ke lingkungan FITB tanpa konsultasi dengan Senat Akademik dan MWA.

Mau dibawa ke mana ITB?

Mari kita bahas di http://www.kritik-itb.com/

Bangkit Atuh, ITB …

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://azhali.blogsome.com/2007/10/30/surat-kaleng-untuk-civitas-akademika-itb/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.