Pesawat Adam Air KI-574 Tidak Meledak Di Udara: Sebuah Opini dr Canny Watae (warga biasa yg tinggal di Makassar) bag. 3
ini adalah tulisan ketiga dr Pak Canny…tulisan pertama ada di sini…tulisan kedua ada di sini…semua gue copy atas ijin langsung dr Pak Canny…tulisan ketiga ini sebener-nya gue dapet dalam satu imel dgn tulisan kedua…tapi karena nge-bahas hal yg beda maka-nya gue pisah-in semata biar kita bisa fokus sama bahasan masing2 aja…
SAR Mission Coordinator Edi Suyanto mengumumkan penemuan baru dalam usaha pencarian Adam Air KI-574 yang raib sejak 1 Januari lalu. Avtur. Ada avtur (bensinnya pesawat terbang) yang terpantau oleh awak Fokker-50 AU Singapura di perairan Majene. Minyak itu diyakini avtur (bahan bakar pesawat) dari Adam Air. Dari pemantauan udara, tumpahan minyak tersebut terlihat mulai dari titik koordinat 03 44 029 S-118 33 983 T sampai titik koordinat 03 32 88 5 S-118 40 995 T. Minyak itu terus bergerak dari arah utara menuju ke selatan (Fajar, 15/1). Apakah bangkai KI-574 ada dalam radius dekat dari avtur itu?
Bagi saya, waktu, posisi, dan bentuk avtur itu ketika adalah sebuah fenomena. Untunglah Mission Coordinator Edi merinci “bentuk” avtur itu dari udara. Bahan bakar pesawat itu membujur utara ke selatan. Di sinilah menurut saya kunci berikutnya yang menguatkan dugaan bahwa KI-574 teronggok di dasar laut perairan Mamuju.
Posisi avtur ketika terdeteksi oleh awak Fokker-50 AU Singapura berada di selatan lokasi sonar KRI Fatahillah. Mengapa di selatan? Arus laut selat Makassar menurut BMG adalah utara ke selatan. Jadi avtur itu terbawa arus dari utara ke selatan, bukan dari arah sebaliknya. Posisi avtur ketika terdeteksi itu masih lebih utara dari posisi lepas pantai Parepare dan Barru yang kini dijadikan konsentrasi pencarian. Logikanya, jika avtur berasal dari lepas pantai Parepare dan Barru maka ia akan terdeteksi di perairan Pangkep, Maros, atau Makassar, atau lebih ke selatan lagi.Apakah avtur jatuh dari langit, dari atas perairan Barru/Pangkep lalu ia tertiup angin dan jatuh di perairan Majene? Tidak. Avtur akan menguap di udara sesaat setelah ia terlontar ke udara.
Berat jenis avtur jauh lebih kecil ketimbang berat jenis air laut. Avtur akan mengapung/mengambang di permukaan laut. Jika avtur tercurah begitu saja di air laut ia akan tersebar merata karena tiap cc avtur akan berusaha mengambil tempat mengambangnya masing-masing. Bentuk avtur jika terlihat dari atas adalah pola menyebar.
Lalu mengapa bentuk avtur yang terpantau tim SAR membujur/memanjang? Logika yang paling mungkin adalah avtur itu ditumpahkan sedikit demi sedikit lalu dibiarkan terbawa arus. Atau, avtur itu terperangkap (paling mungkin dalam tangki sayap sebuah pesawat) di dasar laut lalu oleh suatu sebab keluar sedikit demi sedikit, terapung ke permukaan laut, dan bagai berbaris ia terbawa arus.
Pengukuran saya terhadap jarak dari ujung selatan avtur ke titik lokasi sonar KRI Fatahillah adalah sekitar 70,3 Nm atau 130,2 Km. Menurut BMG, kecepatan arus laut pada awal hingga pertengahan Januari ini adalah 0,9 Knot atau 1,67 km/jam. Jika benar avtur itu berasal dari sekitar lokasi temuan sonar KRI Fatahillah, maka ia telah terbawa arus selama 130,2 Km/1,67 Km/jam = 77,964 jam atau 77 jam 57 menit atau 3 hari 5 jam 57 menit. Avtur dilaporkan ditemukan hari minggu 14 Januari (Fajar, 15/1). Jika ditarik 3 hari ke belakang (plus sekitar 5 jam 57 menit lagi di belakangnya), maka avtur itu mulai nyembul di permukaan laut sejak hari kamis 11 Januari. Mengapa SAR Laut tidak segera melihat avtur ini? Selain volume yang mengambang masih kecil, KRI Fatahillah, KRI Leuser, dan USNS Mary Sears pada hari itu diperintahkan putar haluan ke perairan Parepare – Barru. Kamis dinihari, 11 januari, SAR Mission Coordinator mendapat kepastian dari Kapolwil Parepare bahwa Nelayan Bakri di pantai Lojie kab. Barru menemukan Tail Horizontal Stabilizer Adam Air KI-574. Sebelas Januari siang, Indonesia gempar. Adam Air KI-574 terklaim berada di perairan Barru – Parepare. Saya membayangkan, pada saat yang sama avtur itu terengah-engah mengejar iring-iringan Fatahillah, Leuser, dan Mary Sears yang berlayar ke selatan.
Kekuatan apa kiranya yang membuat avtur “lolos” dari tangki pesawat yang sedang teronggok di dasar laut? Tentu karena badan pesawat bergerak. Faktanya, pada 9 januari malam, logam yang terdeteksi sonar KRI Fatahillah bergeser sejauh 1,5 mil dari lokasi penemuan semula (Letkol Laut Maman Firmansyah, komandan KRI Fatahillah, Fajar, 10/1). Satu setengah mil, semakin terperosok ke tengah laut, lebih dari cukup untuk mengguncang dan memicu robeknya tangki pesawat yang berada di bagian sayap.
Sayang sekali, Mission Coordinator sudah memutuskan untuk tidak mengambil sampel avtur dengan berbagai argumen. Jika saja sampel avtur ini bisa diolah untuk menghitung volumenya meski dengan tingkat deviasi error yang tinggi, menurut saya, akan semakin menguatkan prediksi di mana letak sebenarnya bodi KI-574. Kalau saya punya hasil akhir yang gampang ditebak. Volume avtur itu akan jauh lebih kecil dari pada volume avtur ketika masih di Bandara Juanda Surabaya. Adam Air KI-574 sudah terbang setengah perjalanan sebelum akhirnya hilang dari pantauan ATC Makassar. Plus lintasan terbang rendah hingga hard-ditching di lepas pantai Mamuju, dekat sebuah tanjung, sekian mil saja dari sebuah pulau kecil, tangki Adam Air masih berisi setengah volume. Saya perkirakan avtur dari sayap kanan yang serpihannya sudah ditemukan itu yang nyembul ke permukaan. Artinya, total volume yang mengapung tidak lebih dari seperempat kemampuan total tangki. Kalau Pertamina sebagai pemasok bahan bakar menyebut angka 5000 liter tersuplai dalam tangki Adam, avtur di laut itu tidak melebihi angka 1250 liter. Jika Pertamina menyebut 10.000 liter, atau 20.000 liter, silahkan dibagi empat. Pertamina khan, menyuplai berdasar order.
Jika ada lagi kekuatan bawah laut yang menggeser KI-574, ada kemungkinan avtur pada sayap kiri juga nyembul ke permukaan. Atau, mulai ada jenazah yang terapung ke permukaan…..
that’s all, thank you for sharing the info, Pak Canny…kita semua ber-harap Adam Air KI-574 ini bisa segera di-temukan dan bisa kita ketahui kronologis-nya gimana sampe burung besi ini hilang…










kayaknya posisi blackbox udah mulai ketauan ya..
betewe, kenapa gak bisa komen di blogspot?
bisa bisa aja kok ^_^
Comment by -tikabanget- — January 26, 2007 @ 1:08 pm
baca berita-nya sih, kata-nya blackbox-nya emang udah ketauan…cuman masih binun gimana ngambil-nya…
bisa baca blogspot tapi nggak bisa kasih komen secara blogger di-ben dr kantor…emang perusahaan yg aneh…hehehe…
Comment by edwin — January 26, 2007 @ 1:42 pm
bodoh la org indon ni…..
Comment by kucai — March 8, 2007 @ 5:56 pm
#3 bodoh kenapa…? kalo emang punya pendapat seperti itu, tolong di-jelaskan apa-nya yg bodoh dan kenapa sampe bisa begitu…tolong di-biasa-kan untuk nggak asal ngeluarin pendapat…se-bias mungkin setiap opini yg kita keluarin itu ada background, sumber dan analisa-nya…nggak asal ngecap…gue tunggu lho alasan-nya…thanks udah kasih komen di sini…mmhhh…btw…”indon”…???
Comment by Edwin — March 8, 2007 @ 6:58 pm