di balik “zona subduksi” Indonesia

July 24, 2006

mmhhh…jd pengen posting nerangin subduction zone di Indonesia…subduction zone atau zona penunjaman adalah zona menunjam-nya (bend downward) lempeng samudra ke bawah lempeng benua…seperti kita ketahui, secara (ini bener nih "secara"-nya) geology, bumi ini terdiri dari dua lempeng yaitu lempeng benua dan lempeng samudra…pertemuan antara dua lempeng ini bisa bermacam bentuk-nya, antara lain adalah subduction zone tadi…

di Indonesia terlihat di sepanjang pesisir barat Sumatra, selatan Jawa sampe ke Laut Banda…lempeng samudra dan benua yg dimaxud adalah Lempeng Australia yg menunjam ke bawah Lempeng Eurasia (Eropa dan Asia, di mana Indonesia bagian barat termasuk di dalam-nya)…pada gambar sebelah kiri ini, subduction zone di-tanda-in sama simbol segitiga…segitiga yg "menghadap" ke arah Indonesia maxudnya adalah menggambarkan Lempeng Australia yg masuk menunjam ke bawah Lempeng Eurasia…bisa di-liat bahwa pesisir barat Sumatra, selatan Jawa sampe ke Laut Banda adalah jalur subduction td…artinya sepanjang daerah itu adalah daerah rawan gempa…apa hubungan-nya subduction zona sama gempa…?

jalur gempa di dunia (atau istilah-nya adalah benioff zone) akan mengikuti jalur subduction karena memang gempa adalah salah satu produk dr jalur tersebut selain jalur gunung api (ya…!!!) dan jg semua hasil tambang bumi…jd kesimpulan umum dr subduction zone tadi adalah nggak cuma menghasilkan gempa tapi jg bisa memberikan fenomena alam yg menakjubkan dan kekayaan hasil bumi yg menguntungkan secara (’secara’ lg) ekonomi…

lempeng samudra yg menunjam tadi akan bergesekan dgn lempeng benua selama dia menunjam…nah, dua lempeng ini mempunyai daya elastis (analogi kasar dengan penggaris plastik yg biasa sering kita pake di sekolah, bisa dilengkung2in)…pada saat daya elastis-nya sudah melewati batas, maka dia akan melepaskan energi berupa gempa tadi…kalo analogi sama penggaris plastik adalah ketika si penggaris tadi udah nggak bisa mempertahankan kelengkungannya dan patah…

gambar penampang dr subduction zone ada di samping kiri ini…trench adalah palung, titik pertemuan lempeng samudra dan lempeng benua…magma generation terbentuk karena suhu dan tekanan tinggi akibat gesekan dua lempeng ini yang akhirnya membuat batuan di kedalaman itu meleleh dan karena suhu tekanan tinggi pula magma ini berusaha naik ke atas permukaan bumi melalui gunung api…

bentuk seperti ini terdapat di sepanjang jalur subducsion di Indonesia, bisa di-bayangin kan…kita punya jalur subducsion, jalur gempa dan jalur gunung api (mulai dr Pegunungan Bukit Barisan, jejeran gunung api di Jawa sampe ke gunung2 api bawah laut di Laut Banda)…jalur ini pula yg bisa menghasilkan fenomena alam yg menakjubkan…contoh langsung adalah pemandangan gunung berapi tadi…beberapa gunung api di Indonesia sudah dijadi-in tipikal untuk gunung api dunia seperti misalnya Gunung Krakatau dan Gunung Merapi…selain itu fenomena ini jg menghasilkan kekayaan hasil tambang yg (sebenernya) sangat tidak sedikit…

Indonesia berada di posisi yang sangat strategis secara geology (dan akan tetap berada di situ mungkin sampai jutaan tahun yg akan datang), tinggal orang Indonesia-nya sendiri yg me-manage semua-nya…gempa, tsunami, gunung api dan berjuta kekayaan alam adalah satu per-imbang-an anugrah dr Allah swt…

pictures from  http://volcano.und.nodak.edu/

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://azhali.blogsome.com/2006/07/24/di-balik-zona-subduksi-indonesia/trackback/

  1. Informasi yang cukup bermanfaat dan menarik sekali. Tapi kalo boleh sekalian bertanya. Di bagian utara pulau timur dan pulau sumbawa (atau tepatnya di Maumere pernah terjadi tsunami). Padahal dari penjelasan di atas hanya bagian selatan aja yg punya “potensi tsunami”. Ini bagaimana penjelasannya?

    wah pertanyaan menarik, Mas…mungkin bisa di-analogi-kan dgn gempa Indramayu kemaren…hanya saja di gempa Indramayu itu nggak ber-potensi tsunami…btw data tsunami di Maumere itu Mas Aman dapet dari mana, ya…?

    Comment by Aman perkasa — September 13, 2007 @ 2:05 am

  2. Bagus! Posting tulisan ilmiahnya yang yang disampaikan dengan bahasa komunikatif yang enak dipahami, sehingga tidak perlu mengerutkan dahi untuk mencernanya.

    Comment by indra — July 19, 2008 @ 5:30 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.